PANDUAN PENYUSUNAN BLUE PRINT ASSESSMENT
Blue Print Assessment adalah dokumen perencanaan penilaian yang dirancang untuk menjamin keselarasan antara Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), materi pembelajaran, metode penilaian, dan level kognitif yang akan diukur. Dokumen ini menjadi peta penilaian yang sistematis dan terstruktur, sehingga setiap aspek penilaian dapat dikaitkan secara langsung dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
1. Tujuan Penyusunan Blueprint
Blueprint Assessment berfungsi sebagai
- Peta penilaian yang menyelaraskan tujuan pembelajaran dengan instrumen penilaian.
- Panduan dalam mengembangkan soal, tugas, rubrik, dan observasi yang valid dan reliabel.
- Alat untuk memastikan bahwa semua kompetensi yang ingin dicapai terukur dan tercover dalam sistem penilaian.
2. Domain dan Taksonomi Pembelajaran
Dalam penyusunan blueprint, terdapat tiga domain utama beserta jenjang taksonomi (Bloom’s Taxonomy) yang digunakan
- Kognitif (C1-C6): Mencakup pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, dan sintesis].
- Afektif (A1-A5): Mencakup sikap, nilai, minat, dan penghargaan.
- Psikomotor (P1-P5): Mencakup keterampilan fisik, teknis, atau praktik.
3. Jenis dan Bentuk Instrumen Penilaian
Berdasarkan setting pembelajarannya, instrumen penilaian dibagi menjadi beberapa jenis:
| Setting Pembelajaran | Jenis Instrumen | Bentuk / Contoh Instrumen |
|---|---|---|
| Teori | Tes tertulis (UTS, UAS, kuis) | Soal pilihan ganda, uraian, studi kasus[cite: 1] |
| Praktikum lab | Non-tes & unjuk kerja | Lembar observasi SOP, checklist simulasi, video analisis |
| Praktik klinik | Observasi kinerja | Lembar penilaian sikap profesional, format evaluasi OSCE, logbook klinik, laporan insiden keselamatan |
4. Penentuan Bobot Penilaian
Distribusi bobot penilaian per setting (contoh untuk mata kuliah yang memiliki teori, lab, dan klinik) ditetapkan sebagai berikut:
- Teori (UTS + UAS + kuis): 40%.
- Praktikum lab (SOP + sikap lab): 30%.
- Praktik klinik (sikap profesional + keselamatan + logbook): 30%.
- Bobot komponen keselamatan dan sikap profesional minimal 15%-25% dari total nilai mata kuliah, tergantung pada tingkat risiko prosedur.
5. Pelaporan dan Evaluasi
- Blue Print Assessment disusun di awal semester.
- Dokumen disampaikan ke mahasiswa pada pertemuan pertama.
- Dilakukan evaluasi di akhir semester untuk perbaikan berikutnya.
- Dokumen disimpan sebagai arsip program studi.


